Friday, 1 April 2016

Story of Hope #1

Halo! 

Ini merupakan post pertama saya di tahun 2016. Sudah 3 bulan lebih absen menulis karena saya sudah mulai kembali bekerja. Saya masuk kerja di waktu yang "genting" karena persiapan launch program, jadi kebayang dong hectic-nya..

Anyway, tahun ini merupakan tahun penuh harapan bagi saya. Harapan akan tahun yang lebih baik, kehidupan yang lebih baik, kesehatan yang lebih baik, dan keturunan tentunya.

Dari awal menikah, saya dan mas Boy tidak pernah berniat untuk menunda, malah kami ingin sekali segera punya anak. Namun saat divonis dengan autoimun dan defisiensi vitamin D, fokus kami berubah dari memiliki anak sesegera mungkin menjadi memulihkan kondisi tubuh saya kembali sehat.

Sampai akhirnya tahun ini kami sepakat untuk berkonsultasi ke dr kandungan. Saya ingin sekali mendengar opini dari dokter kandungan mengenai kehamilan pada ibu dengan autoimun. Simpelnya, saya cuma ingin tanya "dok, saya boleh hamil gak sih?"

Tanggal 15 Maret lalu, kami akhirnya bertemu dengan dr Cepi Teguh, SpOg di RSIA Bunda Menteng. Sebenarnya kondisi saya saat itu sedang kurang fit tapi I really want to meet him and discuss about any possibilities. Saat di nursing station, saya disambut ramah oleh suster-suster. Kemudian saya di tensi seperti prosedur RS biasanya. Sedihnya, tensi saya tinggi (138/80). Lalu suster menganjurkan saya untuk menarik nafas dalam dan relax gak boleh tegang. Tensi kedua bukannya relax saya malah tegang karena lihat tensi tinggi, alhasil makin tinggi dong (139/88). Akhirnya suster menyarankan saya untuk istirahat terlebih dahulu.

Tak lama berselang, tiba-tiba nama saya dipanggil. I was so surprised as I walked into doctor's room, dr Cepi berdiri dengan senyum ramah menyapa kami dan mengulurkan tangan untuk bersalaman sambil bertanya kabar kami.

Long story short, kami mulai menjelaskan dan berdiskusi tentang kondisi saya. Kebetulan istri dr Cepi juga pasien dr Nanang - pengidap penyakit Autoimun juga jadi beliau sudah familiar dengan kondisi saya.

As a first timer di dokter kandungan, I would like to share the steps. Here we go!

1. Dokter kandungan akan bertanya tentang how often we do our bedroom things, kalau malu jawabnya just let your husband answer it
2. You will have a transvaginal usg to check apakah ada kista atau miom atau hal-hal tak wajar di dalam rahim - kalau malu, mungkin bisa memilih dengan dokter wanita. Saya sih jujur aja gak ada masalah dengan dokter pria malah cenderung lebih nyaman karena kadang kalau ketemu dokter wanita yang lagi bad mood bisa juteknya setengah mati. Dr Cepi did a good job I think since I feel comfortable dan gak berasa sakit sama sekali although in some part you will feel a bit weird.
3. Siapkan list pertanyaan sebanyak-banyak from A to Z. Malu bertanya sesat di jalan kan? - usahakan bertemu dengan dokter yang skill komunikasinya baik. Alhamdulillah, dr Cepi bisa berkomunikasi dengan baik, lebih aktif nanya daripada pasien sendiri... hehehe

Catch Soon,

Nada

No comments:

Post a Comment